Ticker

6/recent/ticker-posts

KEUTAMAAN ULAMA DAN ILMU

KEUTAMAAN ULAMA DAN ILMU.

Tanpa ulama manusia tersesat sebab ilmu yang dihasilkan murni dengan teks, belajar hanya mengandalkan kitab maka gurunya adalah setan. Begitu pula tanpa ilmu manusia seperti hewan.

1. Ampunan Dosa Karena Memandang Ulama.


‎وقال صلى الله عليه وسلم: من نظر إلى وجه العالم نظرة ففرح بها خلق الله تعالى من تلك النظرة ملكا يستغفر له إلى يوم القيامة


Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa memandang wajah orang ‘alim dengan pandangan yang menyenangkan maka Allah akan menciptakan malaikat dari pandangan tersebut yang akan memohonkan ampunan kepada orang tersebut di hari kiamat".


"Wajah para Alim Ulama' apabila kita memandangnya Hati menjadi sayu karena kemuliaan yang Allah karuniakan untuk beliau-beliau.


Apabila mereka mengeluarkan kata-kata, dawuhnya sangat menusuk kalbu hingga mampu membuatkan kita menetes air mata dengan kalam beliau itu.


Romo KH. M.Anwar Manshur Lirboyo


2. Memuliakan Ulama, Surga Imbalannya.


‎وقال النبي صلى الله عليه وسلم: من أكرم عالما فقد أكرمني، ومن أكرمني فقد أكرم الله، ومن أكرم الله فمأواه الجنة


Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa memuliakan orang ‘alim, berarti ia telah memuliakan aku. Barangsiapa memuliakan aku, berarti memuliakan Allah. Barang siapa memuliakan Allah, maka tempat kembalinya adalah surga".


3. Keutamaan Tidurnya Ulama.

‎وقال النبي صلى الله عليه وسلم: نَوْمُ العَالِمِ أَفْضَلُ مِنْ عِبَادَةِ الجَاهِلِ

Nabi SAW bersabda: “Tidurnya orang ‘alim adalah lebih utama dari pada ibadahnya orang bodoh".


4. Belajar Satu Bab Lebih Utama.


‎وقال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ تَعَلَّمَ بَابًا مِنَ العِلْمِ، يَعْمَلُ بهِ أوْ لَمْ يَعْمَلْ بهِ كَانَ أَفْضَلَ مِنْ أَنْ يُصَلِّي أَلْفَ رَكْعَةٍ تَطَوُّعًا


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa belajar ilmu satu bab, diamalkan atau tidak, adalah lebih utama dari pada shalat sunnat 1000 (seribu) rokaat".


5. Keutamaan Berkunjung Kepada Orang ‘Alim.


‎وقال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ زَارَ عَالِمًا فَكَأَنَمَّا زَارَنِي، وَمَنْ صَافَحَ عَالِمًا فَكَأَنَّما صَافَحَنِي، وَمَنْ جَالَسَ عَالِمًا فَكَأَنَّما جَالَسَنِي في الدُّنْيَا، وَمَنْ جَالَسَنِي في الدُّنْيَا أَجْلَسْتُهُ مَعِيْ يَوْمَ القِيَامَةِ


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa mengunjungi orang alim, maka seolah-olah ia mengunjungiku. Barang siapa berjabat tangan dengan orang alim, maka seolah-olah ia berjabat tangan denganku.


Barangsiapa yang duduk berdampingan dengan orang alim, maka seolah-olah ia duduk denganku di dunia. Barangsiapa duduk berdampingan duduk berdampingan dengaku di dunia, maka ia akan duduk berdampingan denganku di hari kiamat


Semoga Allah memilih kita untuk bersama beliau-beliau di dunia dan mengikuti jejak beliau ke surga di akhirat kelak. 

Semoga Allah panjangkan umurnya masyayikh kita dan guru-guru kita, kehidupan beliau yang berkah, sehat wal afiyah.


Aamin, Al Fatihah


Disarikan dari Kitab Tanqihul Qaul Al-Hatsits karya Syaikh Nawawi Al-Bantani, Syarh atas Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi. 


By. Www.aswajabuleleng.or.id



Posting Komentar

0 Komentar