Ticker

6/recent/ticker-posts

Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet 5 Point Penting Dalam Menangkal Terorisme

Denpasar, aswajabuleleng- Pada hari Kamis tanggal 08 April 2021 pukul 08.00 Wita bertempat di Agung Room Hotel Aston jalan Gatot Subroto Barat Nomor 283 Denpasar Utara telah dilaksanakan Focus Group Discussian (FGD) yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Masyarakat Cinta Masjid Indonesia Prov. Bali diketuai KH Muhammad Ishaq Asy'ari sinergitas dengan tokoh agama, tokoh adat, pemuda dan mahasiswa.

Maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan Focus Group Discussian (FGD) oleh Pengurus Wilayah Masyarakat Cinta Masjid Indonesia Prov. Bali adalah karena keprihatinan atas terjadinya aksi-aksi kekerasan oleh kelompok intoleran dan aksi-aksi teror oleh kelompok teroris di Makasar dan Jakarta sehingga diperlukan tindakan yang konkrit untuk mencegah secara dini agar tidak terjadi di wilayah Bali.

Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet beserta Ketua MCMI Prov. Bali Kh. M ishaq Asy'ari, Ketua MCMI Buleleng Ustad Fauzi Ahmad dan wakil Sekjen MCMI Ust. Ali Mas'ud Hadi


Bendesa Agung Majelis Desa Adat Prov Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet sebagai narasumber beliau memaparkan "Peran Desa Adat dalam meningkatkan wawasan Kebangsaan guna menolak Intoleran, Terorisme dan Radikalisme dalam rangka memelihara situasi Kamtibmas yang Kondusif di wilayah Bali" yang intinya beliau menggaris bawahi 5 poin penting :

1. Menjadi umat yang baik dan menjadi manusia yang baik adalah harus bisa menanamkan rasa cinta terhadap Negara Indonesia.

2. Apabila ingin memberantas terorisme, yang ada di Indonesia kita harus cinta tanah air dengan secara lahir dan bathin. Semua apa yang di miliki oleh Bangsa Indonesia kita harus mencintai dari Sabang sampai Merauke. Ida penglingsir mengisyaratkan dengan contoh yang mudah yakni mencintai istri harus mencintai semua yang ada pada dirinya begitu pula sebaliknya mencintai suami juga mencintai semua apa yang ada pada suaminya. Berarti kalau kita cinta negara republik Indonesia ini maka harus mencintai semua suku, ras, bahasa, budaya dan agama itu semua yang ada harus kita jaga.

3. Salah satu ciri para generasi muda bangsa Indonesia adalah memahami kerukunan antar umat beragama, suku, ras maupun yang lainnya untuk menangkal orang/kelompok yang mau menghancurkan Bangsa Indonesia, seperti pengeboman tempat Ibadah Gereja yang baru-baru terjadi. 

4. Jadilah warga yang baik dan kita harus pegang teguh rasa patriotisme, nasionalisme demi keutuhan Bangsa Indonesia ini, menjaga kerukunan antar umat beragama dalam persaingan global.

5. Bahwa kekuatan asing dapat memecah belah bangsa Indonesia jika para Pemuda terpengaruh dengan doktrin yang salah atau radikal. 

Beliau mengatakan Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI), kata masyarakat berarti tak harus orang muslim saja yang mencintai, ingat bukan cinta bangunannya melainkan manusianya namun cinta jama'ahnya, beliau bercerita, saya senang di undang di masjid baik di bali maupun di singapura, ya suka mendengarkan tausiah bahkan saya senang di undang makan-makan di kala bulan puasa berbuka puasa bareng,,sahut tepuk tangan peserta seminar.

Senada dengan ucapan bapak Eka perwakilan dari perwakilan umat budha indonesia (walubi) Prov. Bali " ketua MCMI telah membuat trobosan gagasan bagus dengan kata masyarakat Cinta Masjid bisa jadi kita akan meniru masyarakat cinta Vihara sehingga semua nanti akan tercipta jamaah/umat yang kondusif. Terang Eka (8/4).







Penulis : diding K.
Editor : Ali M, ellen

By. Suport :

      Klik : ๐Ÿ‘‰ : Mubina tour Singaraja jl. Melati No. 15 

            ๐Ÿ‘‰ : NUsantara Loundry jl.melati 43

           ๐Ÿ‘‰ : Service komputer Matrix Singaraja



Posting Komentar

0 Komentar