Ticker

6/recent/ticker-posts

MCMI Bali Gelar Seminar Kebangsaan Tolak Intoleran, Radikalisme Dan Terorisme

Denpasar, aswajabuleleng- sebuah Bangsa dan negara menjadi hebat, jika warga menjadi baik, baik secara agama maupun dalam bernegara sehingga ia mampu menciptakan kondisi secara real bermasyarakat yang saling gotong royong, hal ini merupakan wujud rahmat Allah tuhan yang maha esa. 

Ketua MCMI Bali KH. Ishaq Asy'ari


Kegiatan seminar kebangsaan dilaksanakan hari kamis, 08 April 2021 pukul 08:00 sampai 13:30 Wita di Hotel Aston Jl. Gastu barat di denpasar di hadiri oleh narasumber Kesbangpol I Gusti Agung Ngurah sudarsana, SH. MH. Polda Bali Kompol M. Taufiq. SH, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, MUI Prov. Bali Ustad M. Khoiron M.Pd

Hadir dari Wakil Ketua PWNU Bali Drs. Saifuddin Azis, Ketua PW Ansor Bali H. M Yunus, Ketua FKPPI Evert M, Pendeta Jonathan S, PHDI Bali M. Raka Suwarno, IKA PMII Bali Saiful Qowi dari 27 undangan ketua ormas baik dari muslim maupun non muslim. 

Seminar kebangsaan yang dilaksanakan MCMI Provinsi bali tujuannya untuk memperkokoh wawasan kebangsaan dan meminimalisir pergerakan-pergerakan yang mengatasnamakan agama yang ujung-ujungnya dapat membahayakan persatuan dan kesatuan NKRI, menanamkan cinta tanah air kepada generasi milenial yang rawan dipengaruhi oleh faham-faham exstrem yang impor dari luar yang tidak sesuai dengan budaya dan karakter bangsa indonesia serta upaya kekuatan politik global yang ingin menguasai sumber daya indonesia, dan menciptakan instabilitas politik nasional melalui canal-canal gerakannya. Harapan kedepan supaya tercipta kerukunan baik antar umat beragama maupun intra umat beragama yang menjadi dambaan seluruh rakyat indonesia khususnya yang sudah kita rasakan dibali ini dengan slogan bhenika tunggal ika tegas KH. Ishaq Asy'ari Ketua MCMI Bali. 


Menurut M. Taufiq, SH. " Gotong royong sifat dari masyarakat Indonesia yang berisikan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, jaga ajeg bali, kita bangga hidup di Bali.

Membantu sesama tanpa melihat perbedaan baik agama ataupun sukunya. Masjid jangan sampai menjadi cluster radikalisme, saya juga pengurus masjid supaya jamaah baik saya mendatangkan dai atau guru yang ahli dibidangnya baik bidang fiqih, Alqur'an, tafsir maupun yang lainnya.

Globalisasi memunculkan persaingan ketat, kejahatan berdimensi baru, disertai memudarnya nilai luhur kebangsaan akibat terorisme, aksi massa, separatisme, dan intoleransi.


Sedangkan I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, SH. MH. Mengatakan Indonesia beragam budaya, dan adat istiadat beliau mendeskripsikan seperti pelangi. Sedangkan warna pelangi hanya mungkin secara pandang kita terbatas namun indonesia begitu banyak warna suku, bahasa dan budaya.

Hijrah saat ini konsepnya dirubah yang tujuannya merubah sistem negara kita menjadi khilafah ini yang tidak sesuai dengan konsensus pendiri bangsa, beliau mengutarakan kata mutiara "beragam bukan berarti  berbeda, beragama hanya nuansanya yang berbeda". 


Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet menegaskan "saya senang sekali mendengar lagu Ya Lal Wathon dari NU karena didalamnya berisikan menjadi umat yang baik dan warga negara yang baik.

Kalau kita mau memberantas terorisme, radikalisme, dan intoleran, maka dasarnya adalah kita cinta indonesia sebagai tanah air lahir dan batin. Terorisme tidak ada kaitannya dengan ajaran agama.

NU bertanggungjawab terdepan bagi Negara ini karena leluhur NU mempunyai peran besar membangun NKRI.

Ketua MUI Prov Bali yang diwakili oleh H. Khoiron mengatakan "Peran MUI dalam meningkatkan wawasan kebangsaan guna menolak Intoleran, Terorisme dan Radikalisme dalam rangka memelihara situasi Kamtibmas yang Kondusif di Wilayah Bali" yang intinya antara lain  :

a). Terkait dengan NKRI sudah semestinya menjadi harga mati karena dengan demikian kita tidak boleh mengesampingkan atau melupakan sejarah pendiri dan pendahulu bangsa Indonesia dan sebagai warga Indonesia kita harus bekerja keras, terus mengawal bahwa Indonesia akan menjadi negara super power dunia.

b). Jangan sampai timbul benih benih pemikiran yang mengesampingkan dari nilai nilai dari Islam karena Islam adalah agama yang damai.

c). Dalam konsep bangsa dan bernegara kita harus memiliki rasa toleransi yang tinggi, saling menghormati dengan agama yang lain.





Penulis : Aly, M. Diding.k, 

Editor : ellen, Arif s


Posting Komentar

0 Komentar