Ticker

6/recent/ticker-posts

Sikapi Aksi Teror Yang Terjadi MCMI BALI Gelar Seminar Kebangsaan

aswajabuleleng ~ Denpasar. Masyarakat Cinta Masjid Indonesia ( MCMI ) Bali gelar seminar kebangsaan dengan tema "Meningkatkan Wawasan Kebangsaan guna menolak Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme dalam rangka memelihara situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Bali, Acara dilaksanakan di Aston Hotel Denpasar Convention kamis 8 April 2021.


Acara ini menghadirkan Nara Sumber :

-DIR BINMAS POLDA BALI ( KOMPOL M. Taufiq, SH)

- BANDESA AGUNG MAJELIS ADAT PROVINSI BALI ( Ida Penglingsir Agung Putra Sukehat )

-MUI PROVINSI BALI ( H. Khoeron )

-SEKDA PROVINSI BALI yang di wakili oleh KEPALA KESBANGPOL BALI ( I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, SH. MH.



Ketua Umum MCMI Bali ( Gus Ishaq Asy'ary ) dalam sambutannya menyampaikan bahwa "diskusi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi Pemikiran dan ide agar Negara yang kita cintai menjadi kiblat toleransi dan Kebhinekaan di mata Dunia."


" MCMI lahir sebagai media agar masjid tidak di jadikan tempat untuk ajang politik kepentingan  yg mana beberapa tahun kebelakang masjid di manfaatkan oleh oknum oknum yg mempunyai kepentingan pribadi dan golongannya sebagai tempat orasi agar bisa menarik simpatik warga, MCMI berdiri diakhir tahun 2018 yang ketua umumnya Dr. H. Wisnhu Dewanto, SH. MH dan penasehatnya Ir. H. Budi Karya Sumadi Tutur Ketua MCMI Bali."


M. Taufiq, SH Menyatakan bahwa " Gotong royong sifat dari masyarakat Indonesia yang berisikan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945."


"Masjid harus menjadi benteng pencegahan radikalisme dan terorisme, jangan sampai menjadi cluster radikalisme,"tegas M. Taufiq


Ketua Majelis Bandesa Adat Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet mengungkapkan bahwa " saya senang sekali mendengar lagu yalal wathon dari NU karena di dalamnya mengandung ajakan agar warga negara untuk mencintai tanah air, menjadi umat yang baik dan menjadi warga negara yg baik."


"Kalau kita ingin memberantas terorisme, Radikalisme, dan intoleran, maka dasarnya adalah harus memiliki rasa cinta terhadap negara kesatuan republik indonesia sebagai tanah air baik lahir dan batin, mencintai tanah air harus sepenuhnya dan apa adanya serta yang ada di dalamnya harus kita cintai semua."tuturnya


Sementara itu H. Khoeron yang mewakili MUI Provinsi Bali menyatakan tentang "Konsep berislam dalam kehidupan berbangsa adalah saling kenal mengenal sesama anak bangsa bukan menjadi masyarakat individual."


"Orang-orang yg memiliki pemikiran radikalisme dan terorisme cirinya "Tahfiri" yaitu orang-orang yang dengan  mudahnya mengkafir-kafirkan pihak lain yang tidak seideologi/sepaham dengan golongannya" ucapnya


Biasanya mereka Intoleran terhadap perbedaan,ahli bid'ah, gemar menjustifikasi sesat, ekslusif, anti budaya lokal seperti : tradisi yasinan, tahlilan, selametan, maulidan dan yang lainnya, serta menghalalkan segala cara dengan mengatasnamakan Agama.


Hadir dalam acara ini:

-wakil ketua PWNU BALI

-Ketua PW GP ANSOR BALI

-Ketua FKUB BALI

-Ketua PHDI BALI

-Ketua MPUK BALI

-KAESKUPAN DENPASAR

-Ketua WALUBI BALI

-Ketua MATAKIN BALI

-Manggala Pasikian Pecalang BALI

-Ketua KNPI BALI

-Ketua FKPPI BALI

-Ketua KMHDI BALI

-Ketua HMI BALI

-Ketua PMKRI BALI

-Ketua GMKI BALI

-Koordinator Elemen Mahasiswa BALI

-Wakil ketua PEKAT BALI

-Ketua LSM JARRAK BALI

-Sekjen II PGN BALI

-Angota sahabat hijrah singaraja 


acara di mulai jam 09:00 wita dan berakhir jam 13:00 wita, berlangsung lancar, tertib dan aman.



















Penulis : Aly mas'ud
Editor : Diding K, ellen


Posting Komentar

0 Komentar