Kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di Madrasah Aliyah Nurul Iman sudah mulai diawal tahun 2025 untuk semester 2. Pengasuh pondok pesantren Nurul iman KH. Syaiful Bahri memberikan Arahan kepada seluruh dewan asatid baik Madrasah Aliyah maupun Tsanawiyah untuk menata niat yang baik dan semangat dalam mendidik melalui Visi Misi madrasah "Mencetak Generasi Ulama Yang Ilmuan Dan Mencetak Generasi ilmuan Yang Ulama", sebagai pendidik tidak hanya mentransfer ilmu namun lebih dari itu, menjadi pendidik adalah mengantarkan kepada peserta didik untuk menjadi ulama, yang dimaksud ulama didalam Al Qur'an adalah mereka yang takut kepada Allah.
اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ
Artinya: Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun. (Q.S. Al Fatir ayat 28)
انما يخشى الله lugot arab dalam ilmu nahwu adadul hasr (huruf yang meringkas / membatasi yakni bermakna hanya) artinya seorang ulama itu mempunyai rasa takut kepada Allah sebab dengan keilmuannya, dengan akhlaknya, seorang ulama itu menjadi manusia yang cerdas dalam berfikir, orang cerdas ia selalu berfikir dalam keadaan apapun dan dimanapun sesuai dengan firman Allah SWT
KH. Syaiful Bahri Memberikan Arahan Pada Awal Kegiatan Belajar Mengajar |
الَّذِيۡنَ يَذۡكُرُوۡنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوۡدًا وَّعَلٰى جُنُوۡبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُوۡنَ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هٰذَا بَاطِلًا ۚ سُبۡحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (Q.S. Al Imran 191).
Dalam hadist dipertegas manusia diminta untuk berfikir pada ciptaan-Nya bukan pada dzat-Nya.
تفكروا في خلق الله ولا تتفكروا في الله، فإنكم لن تقدروا قدره
Berfikirlah dalam ciptaan Allah SWT jangan berfikir mengenai Allah karena kalian tidak akan mampu. Dan semua ciptaan Allah itu sempurna. Lihat bagaimana Allah menciptakan nyamuk. Allah Swt dalam Al Qur'an berfirman tidak malu menciptakan nyamuk, kita lihat nyamuk itu kecil ada belalainya, belalai itu tidak dari besi juga berlobang tidak tertutup atau buntu namun dengan belalai sekecil itu bisa nyuntik tembus dan bisa membuat orang sakit bisa menyedot darah.
وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ.
Artinya: Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" [Q.S. Al Baqarah: 31]
Sebagaimana Allah mengajarkan nabi Adam nama-nama benda yang ada disekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu itu tidak masalah agama saja namun semua ilmu itu bisa mengantarkan diri kepada Allah, bisa menuntun untuk takut kepada Allah.
Sebagai pendidik juga harus mendoakan peserta didik, menjadi pendidik harus disiplin tidak pada datangnya saja, disiplin dalam pembelajaran dan disiplin waktu kepulangan. Begitu pula pada peserta didik harus disiplinkan dengan mencontoh pada guru, bukan menjadi guru seperti "doro pengeran kanjeng juragan" (maunya semua ada semua tersedia harus ada usaha untuk mendisiplinkan) ada falsafah guru itu digugu lan ditiru (guru itu menjadi suri tauladan bagi peserta didik)
Sumber : Ali Mas'ud
Editor : Afif.
0 Comments